Meta Platforms Inc., perusahaan teknologi global pemilik Facebook, Instagram, WhatsApp, dan aplikasi lainnya, mengambil langkah strategis besar dengan menunjuk Dina Powell McCormick sebagai Presiden dan Wakil Ketua (Vice Chairman) perusahaan. Keputusan ini diumumkan pada pertengahan Januari 2026 dan dipandang sebagai langkah penting untuk memperkuat posisi Meta dalam persaingan teknologi, khususnya di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan ekspansi infrastruktur global.
Profil Dina Powell McCormick
Dina Powell McCormick adalah eksekutif berpengalaman yang sebelumnya menjabat dalam pemerintahan serta dunia perbankan. Sebelum bergabung dengan Meta, ia pernah menjadi penasihat di pemerintahan AS serta bekerja selama 16 tahun di Goldman Sachs, salah satu bank investasi terbesar di dunia. Pengalaman luasnya di sektor keuangan dan hubungan pemerintah menjadi salah satu alasan utama dipilihnya ia untuk posisi puncak ini.
Pengumuman ini mendapat respons positif dari beberapa tokoh penting. Presiden AS, Donald Trump, bahkan menyampaikan dukungan dan pujiannya atas terpilihnya Powell McCormick, menekankan bahwa ia telah memberikan layanan yang kuat selama masa jabatannya sebelumnya.
Peran dan Tantangan Baru di Meta
Sebagai Presiden dan Wakil Ketua, McCormick akan menjadi tangan kanan CEO Meta, Mark Zuckerberg, dalam menentukan arah strategi jangka panjang perusahaan. Tanggung jawab utamanya meliputi memperluas jaringan kemitraan strategis, membangun hubungan dengan pemerintah dan investor global, serta membantu pelaksanaan proyek-proyek besar Meta, khususnya di bidang AI dan infrastruktur data center.
Salah satu proyek besar yang menjadi fokus Meta adalah inisiatif bernama “Meta Compute” — upaya untuk membangun infrastruktur komputasi AI yang masif, termasuk jaringan pusat data global yang kuat. Proyek ini bertujuan mendukung pengembangan teknologi AI yang lebih maju, termasuk konsep future personal superintelligence, di mana mesin memiliki kemampuan kognitif yang melebihi manusia.
Langkah ini juga merupakan respons Meta terhadap tantangan dan persaingan yang semakin ketat di industri teknologi, terutama dari perusahaan seperti OpenAI dan pesaing lain yang agresif dalam investasi dan pengembangan AI.
Reaksi Pasar dan Implikasi Bisnis
Penunjukan McCormick sebagai Presiden dipandang sebagai sinyal bagi investor bahwa Meta serius dalam memperluas kapabilitasnya pada sektor teknologi tinggi, terutama AI dan infrastruktur global. Keahlian finansial serta jaringan hubungan internasional McCormick dinilai dapat membuka akses modal dan kerja sama strategis yang lebih luas bagi perusahaan.
Namun demikian, keputusan ini juga membawa tantangan tersendiri. Meta telah mengalami berbagai dinamika dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kritik atas perubahan kebijakan internal, serta tantangan dalam mempertahankan relevansi di pasar AI yang sangat kompetitif. Penunjukan McCormick menjadi salah satu upaya perusahaan untuk menata ulang strategi manajemen serta memperkuat hubungan politik dan bisnis yang dapat mendukung tujuan jangka panjangnya.
Kesimpulan
Penunjukan Dina Powell McCormick sebagai Presiden dan Wakil Ketua Meta merupakan langkah strategis penting yang mencerminkan ambisi perusahaan untuk bertahan dan berkembang di era teknologi tingkat tinggi. Dengan pengalaman global di dunia finansial dan pemerintahan, McCormick diharapkan mampu memperluas jaringan kemitraan dan mengarahkan Meta dalam investasi besar di AI dan infrastruktur digital. Langkah ini menunjukkan bahwa Meta tidak hanya fokus pada produk sosial media, tetapi juga bertransformasi menjadi kekuatan besar dalam industri teknologi global.
